Jejak Langkah

cita, cinta, dan rasa

Resah….(1)

Dalam keramaian dan hiruk pikuk orang-orang

Dalam kemeriahan pesta kembang api

Di suatu malam yang begitu istimewa

Suara manusia yang begitu mengagung-agungkan malam itu

Ada jiwa yang tersungkur

Jiwa yang tertutupi dan terbiaskan oleh cahaya lampu yang terang benderang

 

Masih dalam malam itu

Jiwa itu semakin meresah

Jiwa itu ingin menangis

Jiwa itu ingin kembali

Pada sebuah kententraman yang dia sendiri tak tahu seperti apa

 

Dalam sebuah jalanan yang gelap gulita

Jiwa itu semakin menunduk

Dan hati itu tak henti-hentinya meresah

 

Terdiam dalam sebuah penghujung malam

Ingin berserah

Tapi sekali lagi tak bisa

Hanya terlarut dalam resah

 

Tidurlah sang jiwa

Carilah cahaya esok pagi

Biarkan mentari menghangatkanmu

Dan temukan cahayamu

 

sebuah malam yang penuh ketakutan akan kehilangan

13092010

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Oktober 2010 by in Ngerumpi.

Arsip

Pengunjung

  • 67,163 hits
%d blogger menyukai ini: