Jejak Langkah

cita, cinta, dan rasa

Pelangi….

Namanya pelagi…

Aku mengenalnya ketika  rintik hujan pagi itu masih turun,  saat matahari bersinar di balik awan yang begitu anggun.

Sedikit demi sedikt rintik hujan mulai digantikan oleh matahari yang semakin menyempurnakan sinarnya..

Awan mulai berjalan menghilang…hingga langit Nampak benar-benar biru

Silau matahari dan hangat sinarnya semakin memanjakkanku hingga aku lupa aku sedang bersua denganmu pelangi….

Mataku terpejam merasakan hangatnya sinar matahari

Dan ketika ku buka mata…

Aku sudah kehilangganmu pelangi…

Warnamu sudah memudar, dan aku tak sadar engkau sudah menghilang…

Bingung aku mencarimu….hingga matahari menghiburku dengan sinarnya

Dan tanpa kusadari(lagi) aku semakin melupakanmu pelangi….

Aku lupa pada warna-warnimu…aku lupa jika kau sudah pergi menghilang dari mataku…

Saat itu aku masih bisa tersenyum…

Tapi sekarang saat senja datang…matahari juga pergi.

Dan aku kembali menginggatmu pelangi.

Bodohnya aku yang membiarkanmu pergi pagi itu….

Senja sudah berganti malam…aku berharap hadirmu pelangi…

Dan nyatanya kau tak pernah muncul lagi pelangi….

Aku menunggu pagi yang seperti kemarin…

Tapi rasanya malam ini terlalu panjang,

Hingga pagi yang kutunggu itu tak datang hingga kini.

Ku pejamkan mataku malam itu dalam kerinduanku padamu pelangi…

Aku ingin memimpikanmu..

Maafkan aku…aku yang pernah mengabaikanmu..pelangi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 14 Juni 2011 by in Catatan, Ngerumpi.

Arsip

Pengunjung

  • 67,163 hits
%d blogger menyukai ini: