Jejak Langkah

cita, cinta, dan rasa

Kata-Kata Citra….(part 1)

Bermimpilah setinggi-tinggi tingginya dan genggamlah kuat-kuat mimpi itu karena mimpi-mimpi itu akan menuntunmu menuju apa yang kau impikan, bahkan ketika kau lupa pernah memiliki mimpi seperti itu hingga akhirnya kau sadar apa yang kau dapatkan sekarang adalah bagian dari mimpimu.

Jangan pernah menggantungkan diri pada orang lain, berdirilah di atas kakimu sendiri. belajarlah berjalan sendiri, karena suatu saat kau akan menemui jalan sunyi yang harus dan terpaksa kau lalui sendiri. bukan bermaksud menjadi makhluk individu.

Jika kamu marah, jika kamu merasa akan mengeluarkan kata-kata kasar yang menyakitkan orang lain maka diamlah. biarkan lawanmu berbicara sesuka hatinya. Tak usahlah berdebat untuk hal-hal yang remeh dan tidak penting.

Jangan pernah menunda-nunda pekerjaan yang bisa dilakukan sekarang, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi satu detik kemudian, seperti juga kita tak pernah tahu apakah kita bisa mengerjakannya nanti.

Bagaimana sikap orang lain pada kita, bisa jadi itu adalah cerminan dari sikap kita pada orang lain dan lingkungan kita. pernah di cuekin orang lain?, mungkin saja kita juga sering cuek pada orang lain.

Ada hikmah dibalik setiap peristiwa. Kedukaan yang  kita alami mungkin saja adalah persiapan bagi kita untuk bertemu dengan orang lain
yang memiliki kedukaan lebih besar, sehingga kita bisa mensyukuri apa yang telah kita alami.

Jika kau merasa tidak memiliki fisik yang sesempurna orang lain yang kau anggap lebih sempurna, ingatlah kalau kau tak pernah minta menjadi seperti ini, diapun tak pernah meminta yang kau anggap itu. semua itu di luar kuasa kita. Tak perlulah memaksakan diri menjadi seperti dia dengan terlalu banyak mengorbankan waktumu untuk merubah dirimu  seperti idolamu. sempurna itu seperti apa sih…? sempurna itu tak ada batasnya, masih ada langit di bawah langit.

Tidak mudah mempertahankan fokus kita, karena terlalu banyak godaan yang menguji fokus kita, godaan yang terbesar adalah dari diri kita sendiri.

Jika kita mau, kita pasti bisa, jika kita ingin bisa kita harus berusaha dan berdo’a.

Jika ada orang yang mempercayaimu membagi cerita dukanya dengarkanlah dan do’akanlah dia, tak perlu muluk-muluk. dan jika suatu saat dia pergi dan tak mengingatmu lagi, jangan bersedih karena menganggap dirimu trash yang hanya diingat ketika dia membutuhkanmu. Karena tanpa kau sadari dia telah memberikan pelajaran bagimu. bukankah pengalaman itu adalah pelajaran…??.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23 Juli 2011 by in Catatan, Ceritaku.

Arsip

Pengunjung

  • 67,163 hits
%d blogger menyukai ini: