Jejak Langkah

cita, cinta, dan rasa

Cinta Maya (sebuah cerita pendek)

Namaku Maya ya Maya…setahuku maya itu artinya tidak nyata alias semu, dan itu juga yang terjadi dengan kisah cintaku…sepertinya selalu semu, seperti bayangan yang numpang lewat. Apa itu pengaruh dari namaku…ah…semoga saja bukan.

****

Dulu aku memang pernah mengharapkan Satrio duduk dihatiku, tapi itu dulu sudah lama sekali, bukan sekarang. Seiring berjalannya waktu sedikit demi sedikit harapan itu musnah, lenyap terhapus oleh waktu. Bukan aku yang sengaja menghapusnya, tapi benar-benar terhapus sendiri. Bahkan aku lupa kalau aku pernah mengharapkan Satrio. Mungkin itulah kelemahanku mudah jatuh cinta tapi kelebihanku juga adalah mudah melupakan orang yang pernah membuatku jatuh hati, memang itu kelebihan ya….jadi aku tak terlalu patah hati sampai mewek-mewek, hah…sungguh perasaan yang aneh.

Sayup-sayup aku mendengar suara Letto dari pedangang VCD bajakan. Lagu itu yang selalu kudengarkan ketika aku jatuh hati pada Satrio, dan Satrio yang dengan cueknya tak pernah tahu perasaanku, oh..betapa malang dan menyedihkannya aku ini. cintaku tak terbalas, cintaku bertepuk sebelah tangan. Lagu itu yang menghiburku, meskipun kerlingan mata dan sentuhan hangat itu tak pernah ada yang ada hanya kau datang dan pergi sesukamu tanpa pernah tahu isi hatiku, dan seringkali aku hanya menemui bayanganmu dalam ruang rindu yang kuciptakan sendiri. Benar-benar imajinasi pesakitan yang sedang sakit karena cinta.

Tak pernah kuragu dan selalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu.

 Ah lagu itu………..kutarik nafasku dalam-dalam…..

Satrio sudah kulupakan sejak dulu, bahkan sudah beberapa kali aku jatuh hati lagi. Kan tadi sudah kubilang aku mudah jatuh cinta dan mudah melupakannya. Jangan salahkan aku atas keadaanku itu. Benar-benar ini bukan kehendakku.

Sekarang ya sekarang…Satrio mendatangi hatiku lagii…..
Oh…kenapa harus sekarang yo….kenapa tidak dulu ketika aku jatuh cinta padamu.  Tapi tunggu dulu apa benar Satrio suka padaku atau itu hanya perasaanku saja yang terbawa arus masa lalu. Jangan-jangan bukan Satrio yang jatuh cinta padaku, tapi aku yang jatuh cinta lagi pada Satrio. Oh my God help me…dan sepertinya iya, bukan Satrio tapi aku. Ahh…tidak..tidak..tidak…pergi…pergi…pergi…

****

“Hei May..ngapain loe nglamun di situ…??” aku menoleh ke arah suara itu.
“Sapa juga yang nglamun Del, lama banget sih loe…ditungguin dari tadi  e…malah baru nonggol”
“Alah pake ngeles segala, rumput yang bergoyang pun juga tau kalo loe lagi ngelamun”
“emang aku kelihat ngelamun ya…??”
“masih tanya lagi ni bocah”. Sahut Delia Kesal.

 “Rumput..emang aku tadi ngelamun ya…?? Emang kelihatan gitu..?? aku nggak ngelamun koq rumput, aku memikirkan Satrio” tiba-tiba saja aku berbicara pada rumput yang bergoyang di samping kaki…

Lho koq aku jadi gini ya…benar-benar bicara sama rumput, atau jangan-jangan aku sudah gila….waaaaaaaaaaaaaa…………!!!!!!!!!!!

*kisah ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesamaan nama dan cerita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 8 Agustus 2011 by in Catatan, Ceritaku, Cerpen and tagged , .

Arsip

Pengunjung

  • 67,119 hits
%d blogger menyukai ini: